Apresiasi Masyarakat atas Program Makan Bergizi (MBG) di Desa Bejod, Dorong Semangat Belajar Siswa

IMG-20260227-WA0008

jejakkasuspaltv.com | Lebak, Banten – Program Makan Bergizi (MBG) yang beroperasi di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Kehadiran dapur MBG dinilai memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan semangat belajar anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMK ( 27/02/2026 ).

Warga Desa Bejod menyampaikan bahwa program makanan bergizi ini tidak hanya membantu pemenuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi motivasi tambahan bagi anak-anak untuk lebih giat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa sejak program MBG berjalan, terlihat perubahan signifikan pada antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Anak-anak terlihat lebih semangat datang ke sekolah. Program ini sangat membantu, terutama bagi keluarga yang membutuhkan,” ujarnya.

Klarifikasi Terkait Isu Makanan Tidak Layak
Di tengah apresiasi tersebut, sempat beredar video dan foto di media sosial yang memperlihatkan dugaan makanan tidak layak konsumsi yang dikaitkan dengan program MBG. Namun, hingga saat ini tidak terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa makanan tersebut berasal dari dapur MBG di Desa Bejod.

Seorang petugas MBG yang enggan disebutkan identitasnya membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak MBG selalu memastikan makanan yang didistribusikan kepada siswa dalam kondisi layak konsumsi dan sesuai standar.

“Kami tidak pernah memberikan bingkisan atau makanan yang tidak layak kepada para pelajar. Kami sangat menyayangkan adanya unggahan negatif yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa distribusi makanan selalu dilakukan secara langsung oleh petugas. Jika terdapat bingkisan yang ditemukan dalam kondisi tidak layak setelah beberapa jam atau bahkan sudah berada di rumah penerima, maka hal tersebut patut diduga bukan berasal dari distribusi resmi MBG.

“Jika memang ada temuan, seharusnya dibuka saat petugas kami masih berada di lokasi. Namun yang beredar justru setelah beberapa jam. Ini menimbulkan dugaan adanya pihak ketiga yang sengaja membuat situasi menjadi keruh,” tambahnya.

Harapan Masyarakat
Masyarakat berharap program MBG tetap berjalan secara optimal karena manfaatnya dirasakan langsung oleh para siswa. Mereka juga mengimbau agar setiap informasi yang beredar di media sosial dapat diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Program MBG dinilai sebagai langkah positif dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menunjang kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Wanasalam.

Editor : Anto bastian