Diduga Terjadi Kisruh Dapur MBG di SMKN 1 Wanasalam, Pengelola Pastikan Evaluasi dan Perbaikan Layanan
jejakkasuspaltv.com | Lebak, Banten – Program Makan Bergizi (MBG) di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan kekisruhan di salah satu titik penyaluran, yakni SMKN 1 Wanasalam. Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya informasi terkait temuan yang dinilai janggal pada salah satu menu makanan yang disajikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tersebut bermula dari temuan pada satu porsi makanan bergizi berupa daging ayam bakar kecap segar. Secara tiba-tiba ditemukan adanya hal yang tidak lazim, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Kejadian ini pun menjadi perhatian sejumlah pihak, mengingat sebelumnya juga sempat muncul isu serupa di lingkungan sekolah yang sama.
Saat dikonfirmasi, salah satu petugas keamanan sekolah membenarkan adanya laporan terkait temuan tersebut. Namun demikian, ia juga mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki bukti lainya, yang dapat memastikan sumber atau penyebab pasti dari kejadian tersebut.
Di sisi lain, pihak pengelola dapur MBG Desa Bejod menyampaikan bahwa mereka telah bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi begitu menerima laporan. Dari hasil pemeriksaan awal, pihak dapur menyatakan bahwa makanan yang disiapkan, khususnya ayam bakar kecap. dalam kondisi segar, tidak berbau, dan telah diproses sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku dan anehnya .makanan yang di sajikan hari ini .ayam bakar kecap, tapi yang di viralkam ayam goreng, hal tersebut sangatlah janggal dan tidak masuk akal sehat.
“Kami sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Dari sisi kualitas, bahan makanan yang kami olah dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Proses pengolahan hingga pengemasan juga sudah mengikuti SOP. Namun demikian, kami tetap menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan dan kedisiplinan,” ujar perwakilan pengelola dapur.
Lebih lanjut, pihak dapur juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian dan masukan, termasuk melalui penyebaran informasi di media sosial. Mereka menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas layanan demi menjaga kepercayaan publik ( 10/4/2026 ).
Sementara itu, petugas distribusi makanan turut menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut. Mereka menjelaskan bahwa setiap makanan yang akan didistribusikan selalu melalui proses pemeriksaan ketat sebelum dikirim ke sekolah-sekolah tujuan.
“Kami selalu memastikan makanan dalam kondisi baik sebelum diantar. Pengemasan dilakukan dengan rapi dan higienis. Kejadian ini tentu membuat kami kaget dan menjadi perhatian serius bagi kami semua,” ungkap salah satu petugas.
Fenomena yang kerap terjadi di titik yang sama ini pun mendorong berbagai pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi distribusi, pengawasan di lapangan, maupun kemungkinan faktor eksternal lainnya. Diharapkan, dengan adanya koordinasi yang baik antara pihak sekolah, pengelola dapur, serta instansi terkait, program MBG dapat terus berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam menyimpulkan suatu kejadian sebelum adanya hasil pemeriksaan yang jelas dan menyeluruh. Semua pihak diharapkan dapat mengedepankan asas praduga tak bersalah serta bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan.
Editor : Anto






