jejakkasuspaltv.com | Lebak – Karang Taruna Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Desa yang berasal dari luar unsur warga Desa Sukatani atau dari luar pihak Kecamatan Wanasalam. Penolakan ini mencuat menjelang meninggalnya kades dedinitif, di mana para pemuda menginginkan sosok pemimpin sementara yang memahami kondisi geografis dan sosial desa setempat serta sosok yang mengerti tentang pemerintahan Desa tersebut. Sekjen Karang Taruna Desa Sukatani, Nurjaya Kusuma, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan rapat internal dan menyepakati bahwa Pj Kades seharusnya berasal dari pihak Pemerintah Kecamatan Wanasalam (Staf Kecamatan,) yang sudah ada atau putra daerah setempat. ”Kami menolak keras jika Pj Kades didatangkan dari luar unsur Pemerintah Kecamatan, apalagi dari unsur Pendidikan. Kami butuh Pj yang paham akar rumput, bukan orang yang hanya sekadar menjalankan tugas administratif di atas kertas,” ujar Nurjaya. Minggu, (08/03/2026). Menurutnya, alasan penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran akan stagnasi pelayanan publik dan tidak sinkronnya program pembangunan desa. Karang Taruna menilai, dari pihak pemerintah kecamatan lebih mengerti prioritas kebutuhan masyarakat Sukatani saat ini serta tau menjalankan roda pemerintahan karna sudah jelas membidangi hal tersebut. ”Kami meminta kepada Bupati Lebak melalui Camat Wanasalam untuk mempertimbangkan aspirasi kami. Jika aspirasi ini tidak didengar, kami berencana akan melakukan audiensi, bahkan aksi damai dengan melibatkan elemen warga lainnya,” tambahnya. Penolakan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh pemuda setempat yang mengharapkan transisi kepemimpinan desa berjalan kondusif. Karang Taruna berharap Pj Kades yang ditunjuk nantinya adalah sosok yang komunikatif dan mampu membawa perubahan positif, bukan justru menimbulkan resistensi di masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Wanasalam belum memberikan tanggapan resmi terkait aspirasi Karang Taruna Desa Sukatani tersebut. Editor : Anto bastian Related Posts:Ketua RW 03 Tolak Keras PJ Kades Dari Unsur…Ketua RW 03 Tolak Keras PJ Kades Dari Unsur…Warga Desa Parungsari Desak Pembongkaran Gedung…Cepi umbara Biro Hukum Pendekar Banten Korcam WanasalamJalan Poros Desa Parungsari Rusak Parah Akibat…Cepi umbara sebagai kontrol Sosial Sangat apresiasi… Post Views: 94 Navigasi pos Kapolri Apelkan 5.000 Ojol dan Buruh, Perkuat Community Policing Ketua RW 03 Tolak Keras PJ Kades Dari Unsur Pendidikan ; Bukan Kapasitasnya Menjadi PJ Kades Lebak – Ketua RW 03 Desa Sukatani yaitu Soleh, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, menyatakan penolakan tegas terhadap rencana penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Desa yang berasal dari unsur pendidikan atau dari luar pihak pemerintah Kecamatan Wanasalam. Penolakan ini mencuat menjelang meninggalnya kades definitif, di mana para pemuda menginginkan sosok pemimpin sementara yang memahami kondisi geografis dan sosial desa setempat serta sosok yang mengerti tentang pemerintahan Desa tersebut. Ketua RW 03 Desa Sukatani, Soleh, menegaskan bahwa pihaknya telah bermusyawarah dengan Masyarakat dan menyepakati bahwa Pj Kades seharusnya berasal dari pihak Pemerintah Kecamatan Wanasalam. ”Kami menolak keras jika Pj Kades didatangkan dari luar unsur Pemerintah Kecamatan, apalagi dari unsur Pendidikan. Kami butuh Pj yang paham akar rumput, bukan orang yang hanya sekadar menjalankan tugas administratif di atas kertas,” ujar Soleh. Minggu, (08/03/2026). Menurutnya, alasan penolakan ini didasarkan pada Peraturan Terkait: Kebijakan ini disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan seperti Peraturan Menpan-RB Nomor 21 Tahun 2024 dan aturan disiplin kepegawaian. Syarat Pj Kades: Pj Kepala Desa umumnya ditunjuk dari PNS Pemerintah Kabupaten/Kota, utamanya staf pelaksana di kecamatan, bukan tenaga fungsional seperti guru atau tenaga kesehatan. ”Kami meminta kepada Bupati Lebak melalui Camat Wanasalam untuk mempertimbangkan aspirasi kami. Jika aspirasi ini tidak didengar, kami juga akan membersamai karang taruna Desa Sukatani berencana akan melakukan audiensi, bahkan aksi damai dengan melibatkan elemen warga lainnya,” tambahnya. Penolakan ini juga didukung oleh sejumlah tokoh pemuda setempat yang mengharapkan transisi kepemimpinan desa berjalan kondusif. Karang Taruna berharap Pj Kades yang ditunjuk nantinya adalah sosok yang komunikatif dan mampu membawa perubahan positif, bukan justru menimbulkan resistensi di masyarakat.