Tradisi Mugahan JBB Wanasalam Pererat Silaturahmi Jelang Ramadhan di Pantai Panto

Screenshot_20260214-121103

jejakkasuspaltv.com | Lebak — Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) JBB Kecamatan Wanasalam menggelar kegiatan mugahan yang berlangsung di kawasan Pantai Panto, tepatnya di area operasional OPay. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang telah mengakar di tengah masyarakat Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Mugahan merupakan budaya kebersamaan yang lazim dilaksanakan menjelang Ramadhan, di mana masyarakat berkumpul untuk makan bersama sebagai simbol rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi. Acara tersebut dihadiri oleh anggota Ormas JBB, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar yang turut menyambut kegiatan dengan penuh antusias ( 14/02)2026 ).

Pantai Panto dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena dinilai strategis dan mudah dijangkau masyarakat. Selain menyuguhkan suasana alam yang sejuk dan nyaman, kawasan ini juga telah lama dikenal sebagai salah satu titik aktivitas sosial warga Wanasalam. Pelaksanaan kegiatan di area operasional OPay sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal yang berkontribusi dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah pesisir.

Ketua Ormas JBB Wanasalam menyampaikan bahwa kegiatan mugahan bukan sekadar tradisi makan bersama, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta membangun kesiapan menyambut Ramadhan, baik secara fisik maupun spiritual.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menjaga nilai kebersamaan dan mempererat hubungan antar anggota organisasi serta masyarakat. Mugahan juga menjadi sarana refleksi diri agar kita dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih baik dan penuh keikhlasan,” ujarnya.

Selain ramah tamah dan makan bersama, kegiatan juga diisi dengan diskusi ringan seputar persiapan menyambut Ramadhan. Pembahasan meliputi kesiapan kebutuhan sahur dan berbuka, pentingnya menjaga kesehatan selama berpuasa, hingga upaya meningkatkan kualitas ibadah seperti memperbanyak amal, menjaga silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Para peserta juga saling berbagi pengalaman mengenai tradisi yang biasa dilakukan menjelang Ramadhan di lingkungan masing-masing. Suasana keakraban terlihat saat warga saling bertukar cerita, memperkuat rasa kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyambut bulan suci.
Kegiatan mugahan ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai tradisi positif yang tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana persiapan mental dan spiritual dalam menyambut Ramadhan dengan penuh kesadaran, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

Editor : Anto Bastian