Tumpukan Sampah di Jembatan Dua Kali Cijambu Timbulkan Bau Tak Sedap dan Ancaman Banjir
jejakkasuspaltv.com | Pandeglang – Banten | Kondisi memprihatinkan terjadi di Jembatan Dua aliran Kali Cijambu, Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tumpukan sampah yang semakin menggunung di lokasi tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan aroma tidak sedap sekaligus merusak pemandangan lingkungan.
Kepala Desa Sukawaris, Ihad Suhada, S.AB, saat dikonfirmasi pada Senin menjelaskan bahwa sampah yang menumpuk sebagian besar diduga berasal dari luar desa. Sampah-sampah tersebut dibuang oleh oknum yang melintas di area jembatan.
“Kami dari pihak desa sudah berupaya melakukan pencegahan dengan memasang plang larangan membuang sampah di lokasi tersebut, Bahkan saya juga sudah mengumumkan imbauan melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan guna mencari solusi bersama. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, baik dari dalam maupun luar wilayah Desa Sukawaris, tidak lagi menjadikan kawasan Kali Cijambu sebagai tempat pembuangan sampah liar.
Sementara itu, Jamal, salah satu warga Kampung Sukawaris, membenarkan bahwa praktik pembuangan sampah sembarangan masih terus terjadi, Menurutnya, tidak hanya warga lokal, namun juga diduga berasal dari oknum desa tetangga ( 02/03/2026).
“Kami masyarakat merasa dirugikan. Selain merusak pemandangan, bau yang ditimbulkan sangat mengganggu. Yang lebih parah, saat terjadi hujan deras dan banjir, sampah tersebut menyumbat aliran Kali Cijambu hingga air meluap dan masuk ke rumah warga,” ungkap Jamal.
Ia berharap adanya tindakan tegas dari dinas terkait untuk menertibkan praktik pembuangan sampah sembarangan tersebut. Warga juga meminta adanya solusi jangka panjang agar permasalahan lingkungan ini tidak terus berulang dan membahayakan permukiman di sekitar aliran kali.
Permasalahan ini dinilai tidak hanya menyangkut kebersihan lingkungan, tetapi juga berpotensi memicu bencana banjir jika tidak segera ditangani secara serius oleh pihak berwenang.
Red : tim
Editor : Anto bastian






